apakah kalian pernah merasakan hampir kehilangan nyawa atau hampir menghadapi ajal ? jika tidak,maka ijinkanlah saya bercerita tentang pengalamanku.jika iya,berarti kalian sama denganku.
aku di kelas 3 smp waktu itu.di posting sebelumnya,aku sudah beri tahu kalau aku adalah anak yang pendiam bukan ? ya.aku mempunyai satu tempat favorit untuk merenung dan menghabiskan waktu saat itu.
tempat itu diatas rumahku.ya,diatas rumahku.rumahku bukan rumah yang bertingkat (jadi jangan berfikir kalau aku ada di tingkat 2 seperti yang kalian fikir).aku biasa menghabiskan waktu di atap rumahku.aku bisa naik,dengan cara menaiki pohon kecil yang ada samping rumah.awalnya,teman-teman menganggapku orang yang tidak ada kerjaan,karena menghabiskan waktu di atap rumah.tapi aku tidak peduli.bagaimanapun aku sangat suka dengan tempat ini.
aku ingin menceritakan waktu yang sangat menegangkan buatku dan jika kalian yang mengalaminya,mungkin kalian akan menghentikan kebiasaan ini (yaitu menghabiskan waktu di atap rumah).hari itu siang hari.tapi terik matahari tak tampak terik dan cukup sangat bersahabat.aku memutuskan kembali ke atap,tempat favoritku.Aku memulainya dengan memanjat di pohon cara aku naik ke atap.akupun sampai di atas.aku memutuskan untuk berbaring dan tidur disana karena bosan dengan suasana rumah yang hanya ada adik-adik yang mengacaukan hidupku saja.
tak lama aku tidur,akupun terbangun.sebenarnya aku ingin lebih lama di atas sini.tapi apa boleh buat,hari sudah menjelang sore dan mungkin ibu sudah mencariku.akupun memutuskan untuk duduk-duduk dulu di batas atas sambil melihat suasana jalan raya dari atap rumah,.tak disangka,saat aku ingin duduk,kakiku tidak tepat berada pada sanggahan yang ada di batas atap,sehingga menyebabkanku akan jatuh.aku selamat,karena berat badanku lebih berat ke belakang,sehingga aku tidak jadi terjatuh.bayangkan saja,jika aku terjatuh dari atap yang cukup tinggi dan di bawah ada trotoar tempat lalu lalang kendaraan yang begitu padat.
akupun dengan wajah pucat turun dari pohon dan kembali masuk kerumah dengan nada detak jantung lebih cepat dari sebelumnya.aku meneguk seteguk air putih untuk memulihkan kekagetanku.ibu sama sekali tidak menanyakan tentangku saat itu,kalau saja aku dimarahi habis-habisan karena peristiwa yang hampir naas .*hehe.
****
Tidak ada komentar:
Posting Komentar